~Penjelasan mengenai surat Hujurat ayat 13, bukan ayat untuk pluralisme !!!~

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “[al-Hujurat:13]. Baca selebihnya »

~Membedah kaidah ushul: Mâ la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu (Jika tidak bisa meraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya).~

Salah satu kaidah yang sering di lontarkan oleh kaum pragmatisme adalah sebuah kaidah ushul yang mereka jadikan alasan pembenaran dalam beraktivitas di parlemen (walaupun hukum asal dari berdakwah di parlemen adalah mubah, yang menentukan halal haramnya adalah aktiviatas di dalam parlemen itu sendiri), yakni kaidah “Mâ la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu” (Jika tidak bisa meraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya). Baca selebihnya »

partai islam menerima anggota non muslim?

Tanya : Ustadz, bolehkah partai Islam menerima anggota non muslim? (Seorang santri, Yogyakarta). Baca selebihnya »

PENDAPAT PARA ULAMA SEPUTAR MENOLAK HADIST AHAD DALAM AQIDAH.

KHOBAR AHAD DALAM AQIDAH

Oleh : Titok Priastomo*


Syariah Publications.
Tulisan ini bicara tentang sebuah pernyataan yang berbunyi “khobar ahad tidak menjadi hujjah dalam perkara-perkara aqidah” yang terdapat dalam buku Asy-Syakhshiyah Al Islamiyah juz I karya Taqiyyuddiin An Nabhaaniy Baca selebihnya »

adakah zakat profesi di dalam islam ???

Adakah Zakat Profesi Dalam Islam?

1. Mau tanya ttg Adakah Zakat Profesi Dalam Islam?

Barusan dpt email dari teman,….. tp sy binggung bgt. Pembahasannya panjang banget, cuma kalo nga salah menyimpulkan sih. zakat profesi dlm islam itu nga ada…..
2. Jadi utk yg setiap bulan, kita keluarkan itu apa yach?
3. Bgmana dgn “Bid’ah” ? kalau memang ternyata zakat itu tidak ada, lbh menjurus ke bid’ ah dong? Baca selebihnya »

Menjawab Opini Negatif Terhadap Syariat Islam

HTI-Press. Berkenaan dengan gagasan penerapan syariat Islam, ada sejumlah tuduhan miring yang dilontarkan, yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Tuduhan miring ini lebih merupakan upaya penciptaan opini negatif terhadap citra syariat Islam. Baca selebihnya »

Berhala Modern Itu Bernama Nasionalisme

Ada sebuah ayat di dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa suatu masyarakat sengaja menjadikan ”berhala” tertentu sebagai perekat hubungan antara satu individu dengan individu lainnya. Sedemikian rupa ”berhala” itu diagungkan sehingga para anggota masyarakat yang ”menyembahnya” merasakan tumbuhnya semacam ”kasih-sayang” di antara mereka satu sama lain. Suatu bentuk kasih-sayang yang bersifat artifisial dan temporer. Ia bukan kasih-sayang yang sejati apalagi abadi. Gambaran mengenai berhala pencipta kasih-sayang palsu ini dijelaskan berkenaan dengan kisah Nabiyullah Ibrahim ’alaihis-salam. Baca selebihnya »

Ini Merupakan Penjelasan Bagi Kaum Muslim yang Ahli Ibadah

إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ

Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah). (QS al-Anbiyâ’ [21]: 106)

Bukankah Hizbut Tahrir telah memperingatkan Anda sebelumnya bahwa berpartisipasi di dalam aktifitas pemilu bukan hanya haram, akan tetapi juga merealisasi kepentingan-kepentingan barat? Bukankah Hizbut Tahrir telah memberitahu Anda lebih dahulu bahwa kaum kafir barat mengilusi Anda bahwa mereka akan memberi Anda hak di dalam pemungutan suara? Padahal kenyataan sebenarnya pemilihan presiden terjadi oleh kekuatan negara kafir penjajah terbesar. Bukankah Hizbut Tahrir telah mengingatkan dan menasehati Anda untuk tidak memberi legalitas kepada sistem “demokrasi” yang tidak Islami itu dengan berpartisipasi di dalam aktifitas pemilu mereka? Ingatlah, hendaklah mereka yang berkontribusi dalam pemilu memastikan bahwa mereka tidak terkena firman Allah :

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran? (QS at-Tawbah [9]: 126)

Hizbut Tahrir tidak membuat ramalan magis. Sebaliknya, Hizbut Tahrir membangun pemahaman yang benar tentang realitas politik Afghanistan dan hukum syara’ yang berkaitan dengan relaitas itu, kemudian memberikan solusi untuk masalah-masalah tersebut berdasarkan akidah Islam. Baca selebihnya »

Inilah aku

adiAku….
Adalah aku…
Dengan segala kekuranganku…

Aku adalah aku…
Yang selalu berusaha bertahan dalam sebuah asa…

Aku adalah aku….
Yang selalu berusaha meraih sebuah cita…

Aku adalah aku…
Yang selalu berusaha untuk selalu berfikir dan memahami dari sebuah fenomena

Aku adalah aku…
Yang selalu mencoba untuk selalu berada dijalan ini…
Dijalan yang selalu orang anggap asing… Baca selebihnya »

Menggenapkan “Separuh Dien” untuk Menjadi yang Terkenang di Hati : menjadi ayah dan suami yang idea

Masih ingatkah kita dengan kata-kata “separuh dien”? Ya kata-kata yang disadur dari hadis nabi, yang sering dijadikan motivasi untuk segera menikah. Tapi sudahkah kita coba menyelami makna dari menggenapkan separuh dien ini?

Saudaraku fillah, perjalanan hidup ini membawa kita dari satu episode ke episode yang lain dalam suatu sinetron yang kita tak tahu kapan ceritanya berakhir. Dalam suatu episode kita dituntut memegang suatu peran dan pada episode yang lain kita diberi peran baru lagi tanpa harus meninggalkan peran yang lama, sehingga semakin lama episode kehidupan yang kita jalani semakin banyak peran yang harus kita lakoni, semakin berat amanah yang harus kita pikul.

Dalam perjalanan hidup kita yang mencoba menggenapkan separuh dien ini, mau tak mau Sang Sutradara akan memberi kita peran baru, bahkan diantara kita ada yang diberi dua peran sekaligus, ya kita pasti tahu peran itu sebagai suami dan ayah atau sebagai istri dan ibu. Memegang satu peran saja tidak mudah apalagi harus menjalani dua peran atau lebih sekaligus. Di saat yang bersamaan kadang2 beberapa peran menuntut loyallitas kita, pada saat itulah skala prioritas menjadi suatu keniscayaan.

Saudaraku fillah, sebagai laki2 menjadi ayah dan suami adalah suatu peran yang tidak bisa kita lepaskan ketika kita memilih episode pernikahan. Kita sering mendengar berapa banyak orang yang gagal memerankan peran ini dengan baik, sehingga selalu saja ada episode perpisahan atau perceraian.

Kadang2 cerita-cerita indah pernikahan yang pernah diidamkan hanya tinggal dongeng2 impian yang tak pernah berwujud kenyataan. Berapa banyak para suami yang mengeluhkan sikap istrinya, dan berapa banyak ayah yang tidak bisa mengerti bagaimana cara menghadapi anaknya. Demikian pula sebaliknya berapa banyak istri yang merasa diperlakukan tidak manusiawi dan anak yang merasa tidak dikasihi.

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang pendeta (untuk diambil hikmahnya), dia mengatakan bahwa kadang orang tertipu oleh angan2nya sendiri, dia menganggap bahwa pasangannya akan selalu siap melayani dia, dia menganggap bahwa pasangannya akan berjalan sesuai dengan keinginan dia. Dia lupa bahwa pasangannya itu adalah orang lain, yang punya latar belakang yang berbeda dengan dia, yang punya masa lalu yang berbeda dengan dia, dan yang juga punya keinginan seperti dia.

Oleh karena itu ketika kata “AKU” yang bicara, ketika pikiran “AKU” yang digunakan, dan keinginan “AKU” yang diperturutkan maka sudah pasti bukan keharmonisan yang didapatkan. Sama halnya dalam suatu episode drama, ketika suatu peran merasa dirinya yang paling layak dilihat, dirinya yang paling layak didengar dan hanya dirinya yang paling layak diperhatikan maka kita akan merasa jemu melihat pertunjukan drama itu karena hanya dimainkan oleh satu peran. Baca selebihnya »

Beginilah jalan dakwah mengajarkan kepada kami apa arti sebuah kematian dalam perjuangan ^_^

syahidDi antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang (jujur) menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur (syahid). Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya). (Qs. 33:23)

masih teringat ana dengan saudara seperjungan yang telah melakukan perniagaan dengan Allah yakni menjual dirinya kepadaNya. tak terasa air mata mengalir di pipi jika mengingat mereka, bukan karena sedih, namun karena merindukan juga akan hal itu. merindukan kesyahidan dalam perjuangan ini.

masih ingatkah kita akan Ukhti “Masmu’ah” pada saat mengemban amanah untuk kebutuhan KKI. Sekitar jam 19.30, terjadi kecelakaan yang menimpa almarhumah, ketika perjalanan pulang seusai menyelesaikan amanahnya. Almarhumah saat itu terpilih menjadi tim medis bagi rombongan peserta KKI Pasuruan.

Subhanallah… pengabdian dan perhatiannya begitu besar terhadap dakwah. Hari-hari semasa hidupnya dipenuhi dengan amal kebaikan dan perjuangan demi tegaknya Syariah dan Khilafah. Bahkan sebelum kepergiannya, almarhumah berada dalam kebaikan amal dari pagi hingga malam. Sehabis isya’ menjelang kepergiannya, almarhumah mempersiapkan keperluan medis utk perjalanan KKI, juga menyiapkan kebutuhan orangtua selama ditinggal KKI, juga sempat mengambil ArRoya dan AlLiwa utk KKI, dan Subhanallah… akhirnya beliau meninggal dengan indah karena bendera ArRoya menyelimuti tubuhnya tepat saat terjadi kecelakaan tersebut.

Baca selebihnya »

Memang malang nian nasib para ikhwan -_-, lho kenapa ??? ^_^

/p>

bungabismillah…^_^

entah kenapa kok ada ide mau nulis ni note tentang ini, mungkin karena banyaknya komment ketika saya menulis status di FB kemarin 26 Juli 2009 sehabis pulang dari Mall

“-_-emang benar kata teman ana, malang nian nasib para ikhwan -_-”

heu heu aya aya wae kata sundanise…

yah, mungkin kita pernah dengar kata pak ust tentang hilangnya hafalan Imam syafe’i ketika melihat betis seorang wanita, yang mana betis merupakan salah satu aurat yang ada pada wanita.

kata Pak Ustadz.“Yang derajat ruhiahnya sangat tinggi jika dibandingkan dengan kita, pernah mengalami kejadian yang merugikan, gara-gara melihat aurat perempuan. Pada masa itu hampir semua perempuan di sana, selalu mengenakan pakain yang menutupi aurat. Nah, suatu saat, Imam Syafi’i melihat seorang perempuan yang lewat di depan belaiau, dan … tersingkap kainnya sehingga betisnya tertangkap oleh penglihatan beliau. Seketika itu pula, 40 (empat puluh) hafalan hadist beliau hilang.”

yang perlu menjadi catatan adalah dulu pada masa itu hampir semua perempuan di sana, selalu mengenakan pakain yang menutupi aurat, nah sekarang ini ??? :-( ampe ada yang nyuruh pake kacamata kuda saja biar aman -_- fyuhhh Hidup dibawah aturan manusia ya begini nasib para ikhwan khususnya… lha, kenapa hanya para ikhwan saja bukan akhwat yang juga dikasihani?? :-D Baca selebihnya »

Dakwah Pragmatis & dakwah Ideologis

Dakwah pragmatis-praktis adalah dakwah yang menyadari kerusakan fakta yang ada dalam kehidupan umat, menyadari pula kewajiban untuk merubahnya, tetapi dakwahnya langsung berpindah kepada langkah aksi tanpa terlebih dahulu memikirkan hakikat permasalahan yang tengah menimpa masyarakat. langkah aksi itu dilakukan tanpa memikirkan konsep yang akan dijadikan asas dalam membangkitkan. Akhirnya gerakan itu akan melakukan aksi-aksitanpa perencanaan dan berputar-putar disitu-situ saja tanpa dikaji lebih dahulu bahkan seringkali tanpa sasaran sama sekali. Baca selebihnya »

Nasehat untuk kelompok salafy

NASEHAT UNTUK KELOMPOK SALAFI
Oleh : Al-Mujaddid

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji dan syukur hanya bagi Allah yang telah menciptakan kita dalam keadaan mencintai agamanya dan berpegang pada syariat-Nya !!!.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah berjihad untuk menyiarkan ajaran-ajaran Islam yang agung dalam akhlak beliau yang mulia, dan semoga kesejahteraaan dan rahmat senatiasa juga tercurah untuk keluarganya dan para sahabatnya terkasih yang senantiasa mengikuti petunjuknya, sehingga mereka beruntung dengan mendapat ridha dan pahala dari sisi Allah SWT. Dan seluruh umat Islam yang istiqomah untuk terus melanjutkan estafet dakwah mereka dengan berusaha meninggikan kalimat Allah SWT dengan ditegakkannya syari’at Islam dalam istitusi Daulah Al-Khilafah Ar-Rasyidah yang akan segera tegak dalam waktu dekat dengan izin dan pertolongan Allah SWT.

Kami juga mendo’akan semoga KELOMPOK SALAFI tetap dalam perlindungan dan naungan dari Allah SWT. Amma ba’du : Baca selebihnya »

Menjaga kehormatan saudara (Ayo Tabayyun)

Oleh: Syamsuddin Ramadhan

1. Mengembangkan Tabayyun (Cross-Check) “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Qs. al-Hujurât [49]: 6).

“Jauhilah oleh kamu sekalian prasangka, sebab prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Baca selebihnya »

Memahami Karakter Salafy

Mungkin saat kita berdiskusi dengan golongan yang mengaku sebagai salafi, salafiyun atau salafush shalih, akan menimbulkan kesan bahwa golongan ini merasa paling benar sendiri dan cenderung mencela golongan lain. Sehingga tidak ada golongan yang begitu aktif mencela golongan lain selain salafi, baik melalui buku-buku dan website mereka, kasus mutakhir adalah buku Rapot Merah Aa` Gym. Secara tidak sengaja penulis memperoleh jawaban atas karakter salafi tersebut dari sebuah buku karangan ulama salafi dengan judul Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah karangan Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi.

Buku tersebut bukan sebuah buku yang berisi celaan semata, tetapi buku yang telah direkomendasikan dan disetujui oleh salah satu ulama salafi Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, di halaman depan terdapat surat rekomendasi dari Shalih bin Fauzan untuk menerbitkan buku tersebut :

“…Sungguh, komentar (ta’liq)-nya telah mencukupi. Dan saya ijinkan untuk menerbitkan dan menyebarkannya. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan risalah ini bermanfaat untuk manusia”

Artinya, buku ini dapat digunakan sebagai representasi sikap salafi terhadap golongan yang berbeda pendapat (ijtihad) dengan mereka. Di samping itu, apa yang tertera di dalam buku tersebut juga diperkuat lagi dengan buku-buku salafi yang lain dan website-website salafi. Baca selebihnya »

Kritik Total Salafy

Muhammad Ibn Abdul Wahab melakukan kesalahan besar karena mendukung Muhammad Ibn Su’ud untuk memberontak melawan para Khalifah dari Bani Utsmaniyah, apapun alasannya.

Ada 4 hal yang menjelaskan kesalahannya :

1- Para ulama sepakat tentang keharamannya melawan dan memberontak kepada Khalifah yang sah, bahkan Imam Ath-Thahawi memasukkan larangan melawan perintah (yaitu Khalifah) sebagai bagian dari aqidah kaum muslimin, ia berkata ‘’Adamul khuruj alal aimah’’.

2- Motif dari pemberontakan ini adalah nasionalisme dan fanatik madzhab. Dimana kedua hal ini adalah diharamkan dalam Islam.

3- Terdapat pengakuan dari agen Inggris bahwa ia telah memperalat Muhammad Ibn Su’ud untuk memberontak melawan Khalifah kemudian Muhammad Ibn Su’ud memperalat Muhammad Ibn Abdul Wahab.

4- Islam memerintahkan untuk bersabar dalam menghadapi para penguasa, selama mereka belum menunjukkan kekufuran secara jelas dan keluar dari jalur Islam secara nyata. Baca selebihnya »

Keutamaan menghafal Al Qur’an

quranBanyak hadits Rasulullah saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi)

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, agar kita lebih terangsang dan bergairah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an khususnya menghafal. Baca selebihnya »

Islam, Aqidah & Syariah

jacketkuTerinspirasi oleh aktivis pergerakan yang selalu membordir bajunya dengan tulisan-tulisan yang membangkitkan ghirah perjuangan akhirnya ana putuskan untuk membordir juga jaket kesayanganku hehehe…

Bingung milih kata dan takut kurang ideologis akhirnya ana pilih tulisan “Islam, aqidah & syariah”. Tentu saja tidak lepas dari alamat website tempat dimana ana melabuhkan kapal untuk terjun ke dalam jamaah dakwah ini.

Kenapa yang di pilih kata-kata itu, jawaban yang gak ideologis adalah karena setahu ana di samarinda atau tepatnya di Kalimantan timur belum ada yang bordir dengan tulisan tesebut he….. gak ideologis banget memang he… :-) Baca selebihnya »